Cerpen
22.02.22 "Bundaa, Angkasaa berangkat dulu yaa, babayy bundaa muaachhh," tak lupa ia salaman dengan bunda tercinta nya itu. ...... 2 tahun yang lalu, kejadian tak mengenakan menghampiri Angkasa, Papah nya telah untuk selama nya, karena penyakit yang diderita nya sudah tak bisa lagi disembuhkan. Kini ia hanya hidup berdua dengan Bunda tercinta nya. Mencoba tegar dan menggantikan sosok seorang Papah bagi Bunda nya memang tidak mudah. Namun, semua nya itu ia jalani dengan tabah dan kuat. ...... Senin pagi yang cerah membuat Angkasa semangat untuk bersekolah. Tak lupa ia menjemput sahabat perempuan nya yang bernama Firantika. Angkasa selalu memanggilnya dengan nama Antika, katanya sih biar beda dari yang lain. Perjalanan menuju rumah Antik hanya menempuh waktu 10 menit dari tempat tinggalnya. Seperti biasa Angkasa selalu menunggu di teras rumah yang dibilang cukup besar. Ia pun membunyikan klakson motornya menandakan bahwa ia sudah berada di depan. Antika yang sedang merapika...